Upacara Sadranan Agung Wotgaleh merupakan salah satu adat tradisi warisan budaya nenek moyang yang terus dijaga kelestariannya oleh warga Kalurahan Sendangtirto, Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman. Sebagai wujud kearifan lokal, substansi dari pelaksanaan upacara adat ini adalah sebagai ungkapan rasa syukur masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala kenikmatan, kesehatan, serta kemakmuran yang telah diberikan. Selain menjadi sarana doa permohonan agar warga selalu diberikan keselamatan dan kemudahan dalam segala aktivitas, tradisi ini juga mencerminkan bentuk penghargaan manusia terhadap alam semesta. Nilai-nilai sosial seperti kebersamaan, kekeluargaan, harmoni, dan gotong royong antarwarga terjalin erat tanpa membeda-bedakan status sosial maupun latar belakang masyarakat. Tidak hanya kaya akan nilai sosial-budaya, tradisi ini juga sarat akan nilai keagamaan yang diwujudkan melalui rangkaian kegiatan syukuran, makan bersama, ceramah agama, serta doa bersama demi menumbuhkan sikap cinta budaya sekaligus memperkuat keimanan masyarakat.

Sebagai upaya nyata untuk melestarikan warisan leluhur dan mengingatkan manusia agar tidak lupa akan asal-usulnya, Upacara Sadranan Agung Wotgaleh senantiasa diselenggarakan secara rutin oleh warga Kalurahan Sendangtirto. Adat tradisi yang sakral ini tercatat telah dilaksanakan sejak tahun 2008. Demi menjaga keberlangsungan budaya lokal dan menumbuhkembangkan kecintaan generasi muda terhadap warisan nenek moyang, kegiatan tahunan yang selalu disambut penuh antusiasme oleh warga ini terus diselenggarakan secara konsisten setiap tahunnya, tepatnya pada momen-momen penting menjelang datangnya bulan suci Ramadhan.

Semangat kebersamaan tersebut kembali terlihat nyata dalam pelaksanaan upacara adat Kirab Sadranan Agung Wotgaleh yang berlangsung sukses dan khidmat pada hari Minggu, 8 Februari 2026. Mengambil rute dari Halaman Kantor Kapanewon Berbah menuju Kompleks Masjid Sulthoni Wotgaleh, acara budaya ini berlangsung meriah mulai pukul 07.00 hingga 10.00 WIB. Agenda besar tahunan ini dipimpin langsung oleh drh. Dwi Sulistyo selaku Ketua Panitia (Kamituwa Sendangtirto) serta berada di bawah tanggung jawab Amir Junawan selaku Lurah Sendangtirto. Keberhasilan jalannya upacara adat ini tidak lepas dari dukungan penuh seluruh elemen masyarakat dan pihak panitia yang terlibat.


Kemeriahan kirab tahun ini terbilang sangat semarak karena berhasil melibatkan sekitar 1.000 orang pelaku kegiatan, termasuk kehadiran Bregodo Gunungan yang mewakili 15 Padukuhan di wilayah Sendangtirto. Selain menampilkan arak-arakan budaya yang megah, suasana religius acara semakin kental dengan adanya penampilan memukau dari grup kesenian Hadroh Al-Amin asal Padukuhan Klodangan. Acara ini tidak hanya sukses menjadi sarana hiburan yang dinikmati oleh seluruh warga Kapanewon Berbah, tetapi juga memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal dengan ikut serta hadirnya 25 UMKM yang meramaikan jalannya upacara adat tersebut.