Kitiran merupakan permainan tradisional legendaris yang keberadaannya saat ini mulai surut peminat. Kitiran merupakan mainan berupa baling-baling yang dapat mengeluarkan suara unik yang dapat dimainkan hanya pada saat musim kemarau. Kitiran terbuat dari bambu atau kayu khusus yang dilengkapi dengan aksesoris berupa tiang dan ‘obal-obal’ yang terbuat dari ‘blarak’ daun kelapa yang berfungsi sebagai penyeimbang.Pada saat tertiup angin kitiran akan berputar, kemudian setelah angin surut akan ‘ngandul’ mengeluarkan suara yang unik. Dahulu anak-anak sampai orang dewasa rela menghabiskan waktu untuk ‘manjer’ atau memasang kitiran bahkan menunggu sampai larut malam di bukit dipasangnya kitiran tersebut.

Alat Pembuat Kitiran

  1. Bambu dengan ukuran kurang lebih 80 cm,
  2. Bambu kecil dengan panjang 20 cm,
  3. Daun kelapa yang telah dikeringkan,
  4. Kayu sepanjang 2,5 meter,
  5. Tali,
  6. Pisau.

Cara Membuat Kitiran

  1. Potong dan haluskan bambu menggunakan pisau hingga pipih dengan ukuran lebar kurang lebih 7 cm.
  2. Jemur bambu, untuk mengurangi kadar air dan sekaligus meringankan berat kitiran.
  3. Lubangi bagian tengah bambu dan masukkan bambu kecil seukuran lubang yang telah dibuat.
  4. Setelah itu, ikat ujung bambu dengan tiang dan tancapkan tiang ke atas tanah.
  5. Tiang ini digunakan untuk menyangga kitiran dan menjauhkannya dari jangkauan hewan.
  6. Terakhir, jangan lupa untuk mengikat daun kelapa yang telah dikeringkan pada ujung atas tiang.