Sekolah lapang budidaya bawang merah adalah kegiatan pelatihan di lapangan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani/kelompok tani dan gapoktan dalam membudidayakan bawang merah. Kegiatan ini mencakup berbagai aspek, mulai dari  persiapan lahan, penanaman, pemeliharaan, pengendalian hama dan penyakit hingga panen dan pasca panen.

Tujuan sekolah lapang budidaya bawang merah :

  1. Meningkatkan keterampilan petani

Melatih petani dalam melakukan praktik budidaya bawang merah secara langsung di

lahan, seperti olah lahan, pembuatan bedengan, pemasangan mulsa, penanaman,

pemeliharaan dan panen.

  • Meningkatkan pengetahuan petani

Memberikan informasi tentang teknik budidaya bawang merah yang baik dan benar, termasuk pemilihan varietas unggul, persiapan lahan, pemupukan dan pengendalian hama dan penyakit.

  • Meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen

Dengan menerapkan Teknik budidaya yang tepat , diharapkan petani dapat meningkatkan hasil panen bawang merah baik dari segi kauntitas maupun kualitas

  • Meningkatkan kesadaran petani akan potensi dan prospek budidaya bawang merah

Memberikan informasi dan pelatihan tentang cara budidaya bawang merah dan didukung factor Lokasi dan keadaan tanah serta ketergantungan dengan pola tanam padi-padi-palawija, mendukung untuk keberhasilan budidaya bawang merah.

  • Mendorong penerapan teknologi tepat guna :

Mengarahkan petani untuk menggunakan teknologi yang sesuai dengan kondisi lingkungannya , seperti teknologi tumpangsari. Budidaya bawang merah tumpangsari dengan cabai. Karena petani  di kalurahan sendangtirto sudah melakukan budidaya cabai, jadi dengan system tumpangsari dapat melakukan tanam dengan 2 komoditas berbeda, sekalian pemeliharaan dan akan mendapatkan hasil bisa saling melengkapi.

Manfaat sekolah lapang :

  1. Petani dapat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dalam budidaya bawang merah
  2. Petani dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen
  3. Petani dapat meningkatkan pendapatan dari hasil budidaya bawang merah
  4. Terciptanya petani yang mandiri dan inovatif dalam usaha tani bawang merah
  5. Petani tidak tergantung dengan pola tanam padi-padi-palawija

Sekolah lapang budidaya bawang merah gapoktan sendangtirto Makmur ini adalah kegiatan dari PUPM ( Pagu Usulan Pemberdayaan Masyarakat ) tahun 2025. Demplot budidaya bawang merah tahun ini seluas 6000 m2 dan lebih besar dari tahun sebelumnya yang hanya 1000 m. Hal ini tentunya menjadikan Sendangtirto sebagai lokasi yang sangat berpotensi untuk pengembangan budidaya bawang merah.

Dalam pelaksanaan kegiatan budidaya bawang merah ini tentunya terdapat fasilitas nya, diantaranya :

  1. Sekolah lapang 8 X pertemuan
  2. Bantuan benih 420 kg
  3. Mulsa 6 roll

Dalam pelaksanaan kegiatan ini diawali dengan kegiatan sekolah lapang budidaya bawang merah, yang pelaksanaannya di tempat Bapak Jumadiyono Sribit Sendangtirto Berbah. Sekolah lapang ini sendiri dilakukan sebanyak 6x pertemuan. Sekolah lapang budidaya bawang merah ini diikuti oleh 25 peserta yang terdiri dari 6 kelompok tani yang berada di kalurahan Sendangtirto. Ke-6 kelompok tani tersebut masing-masing akan melakukan praktik budidaya bawang merah seluas 1000 m2  di lokasi masing-masing, Kelompok tani tersebut antara lain :

  1. KT Gemah Ripah , Dusun Dawukan Sendangtirto Berbah
  2. KT Sumber Rejeki I, Dusun Sribit Kidul Sendangtirto Berbah
  3. KT Tani Makmur, Dusun Sribit Lor Sendangtirto Berbah
  4. KT Ngudi Makmur, Dusun Jetak Sendangtirto Berbah
  5. KT Sidorejo , Dusun Kemasan Sendangtirto Berbah
  6. KT Dadi Mulyo, Dusun Karanganyar Sendangtirto Berbah

Budidaya bawang merah ini memerlukan perhatian  yang baik untuk menghasilkan hasil panen yang optimal. Dengan melakukan perwatan yang baik dan mengendalikan hama dan penyakit , petani dapat meningkatkan hasil panen bawang merah. Serta tidak lupa pendampingan dan pengawalan kegiatan budidaya bawang merah ini oleh PPL Kalurahan sendangtirto, Bapak Supriyadi dan petugas POPT BP4 wilayah VII Ibu Nathalia christina yang selalu intens melakukan monitoring. (FIT/SUP)