SENDANGTIRTO-Selasa, 08 Juni 2021 Pemerintah Kalurahan Sendangtirto mendapat kunjungan study banding dari Forum Komunikasi Difabel Cirebon. Peserta study banding ini adalah Forum Komunikasi Difabel Cirebon , Dinas Sosial Kabupaten Cirebon, Bappelitbangda dan Pamong Kalurahan setempat. Peserta study banding dari Kabupaten Cirebon ini telah menjalani rangkaian test bebas covid-19 dan mematuhi protokol kesahatan pencegahan covid 19 sebelum akhirnya tiba di Kalurahan Sendangtirto.

Hadir dalam kesempatan ini Panewu Berbah, Wildan Solichin, S.IP.MT; Ketua BPKal Sendangtirto, Lurah Sendangtirto; Pengurus SIGAB dan Pamong Kalurahan Sendangtirto. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengetahui perencanaan dan implementasi Desa Inklusi di Kalurahan Sendangtirto.

Beberapa program yang telah dilaksanakan Pemerintah Kalurahan Sendangtirto bersama dengan SIGAB dalam hal implementasi Desa Inklusi antara lain:

  1. Pendataan penyandang disabilitas
  2. Pembentukan KDD (Kelompok Difabel Desa)
  3. Pembangunan sarana aksesibilitas berupa Ram untuk mempermudah penyandang difabel dalam mengakses fasilitas di Kalurahan
  4. Pelatihan SID (Sarana Informasi Desa)
  5. Pelatihan deteksi dini difabilitas
  6. Pelatihan olahan keterampilan
  7. adanya keterlibatan penyandang difabel dalam kegiatan perencanaan kegiatan desa seperti musdes dan musyawarah desa lainnya, dll

Diungkapkan oleh Carik Sendangtirto, Herman Padiyanto, SE bahwa “salah satu goal dari desa inklusi ini adalah agar penyandang difabel itu mandiri, tidak minder dan merasa setara diuwongke”

Setelah sekitar dua jam mendengarkan dan menyimak pemaparan pengembangan desa inklusi di ruang rapat Kalurahan, peserta study banding didampingi oleh Lurah dan Carik Sendangtirto melakukan orientasi lapangan, melihat langsung fasilitas/ sarana aksesibiltas dan sistem pendataan difabel di Kalurahan Sendangtirto. (SAL).