{"id":1058,"date":"2017-01-31T12:18:18","date_gmt":"2017-01-31T12:18:18","guid":{"rendered":"https:\/\/sendangtirtosid.slemankab.go.id\/first\/artikel\/1"},"modified":"2017-01-31T12:18:18","modified_gmt":"2017-01-31T12:18:18","slug":"profil-kalurahan-sendangtirto","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/sendangtirtosid.slemankab.go.id\/home\/2017\/01\/31\/profil-kalurahan-sendangtirto\/","title":{"rendered":"Profil Kalurahan Sendangtirto"},"content":{"rendered":"<p><strong>Sejarah Kalurahan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Sesuai Maklumat No 16 Tahun 1946 tentang Penggabungan Beberapa Kalurahan menjadi<br \/>satu. Pada masa otonomi di Daerah Istimewa Yogyakarta, pada saat itu Kawedanan<br \/>Berbah dijabat oleh Wedono Projo Sutirto. Atas usul beliau penamaan penggabungan<br \/>kalurahan di wilayah Berbah semuanya menggunakan nama belakang Tirto.<br \/>Kalurahan Sendangtirto merupakan penggabungan 5 Kalurahan lama yaitu Kalurahan<br \/>Cepor, Kalurahan Sendang, Kalurahan Blimbing, Kalurahan Wotgaleh dan Kalurahan<br \/>Karangsari. Dalam Penggabungan tersebut yang menjadi Lurah Pertama di Kalurahan<br \/>Sendangtirto adalah Lurah dari Kalurahan Wotgaleh yang bernama Raden Djawadi dan<br \/>Kantor Kalurahan Sendangtirto bertempat di Padukuhan Klodangan (Rumah Bapak Raden<br \/>Djawadi). Bapak Raden Djawadi menjabat Lurah selama 7 tahun kemudian pada tahun<br \/>1953 diganti oleh Bapak Hadi Wiyono dan Kantor Kalurahan pindah ke Padukuhan<br \/>Gamelan (Rumah Bapak Hadi Wiyono).<br \/>Karena perkembangan Pemerintah Kalurahan, pada tanggal 15 Juni tahun 1953 Kantor<br \/>Kalurahan Pindah di Padukuhan Sribit menggunakan lahan Tanah Kas Desa, sampai saat<br \/>ini.<br \/>Adapun yang menjabat sebagai Kepala Desa\/ Lurah Sendangtirto sebagai berikut.<br \/>1. Raden Djawadi (Padukuhan Klodangan)<br \/>2. Hadi Wiyono (Padukuhan Gamelan)<br \/>3. Suwardi Tumulyo (Padukuhan Maredan)<br \/>4. R. Suyanto (Padukuhan Munggon)<br \/>5. Sardjono (Padukuhan Sendang)<br \/>6. Amir Junawan (Padukuhan Maredan) periode 2021 &ndash; sekarang.<\/p>\n<p>Berdasarkan Sistem Informasi Database Administrasi Kependudukan (SIDAMPAK)<br \/>Kalurahan Sendangtirto per 05 Januari 2023, jumlah penduduk Kalurahan<br \/>Sendangtirto sebanyak 20.213 jiwa, terdiri atas 7.111 Kepala Keluarga (KK).<\/p>\n<p>Kondisi Geografis<br \/>Kalurahan Sendangtirto secara geografis terletak pada koordinat 07\u2070 814&rsquo;665&rdquo; LS<br \/>dan 110\u2070 4&rsquo;323&rdquo; BT dengan total luas wilayah Kalurahan seluas 522,73 Hektar<br \/>dengan batas-batas sebagai berikut.<br \/>1. Utara : Bandara Adisucipto<br \/>2. Timur : Kalurahan Tegaltirto, Berbah Sleman<br \/>3. Selatan : Kalurahan Potorono dan Kalurahan Sitimulyo, Kabupaten Bantul<br \/>4. Barat : Kalurahan Baturetno, Kabupaten Bantul<\/p>\n<p>Luas wilayah Kalurahan Sendangtirto yakni 522,73 Hektar, yang secara<br \/>administratif, Kalurahan Sendangtirto terbagi atas 18 Padukuhan, 43 Rukun Warga<br \/>(RW), dan 99 Rukun Tetangga (RT)<\/p>\n<p>Kondisi tanah relatif datar dengan kemiringan 30. Dan terdiri dari tanah pertanian<br \/>yang relatif cukup subur dengan pengairan teknis. Kalurahan Sendangtirto dilalui<br \/>oleh jalur Nasional yaitu Jalan Wonosari, yang menjadi jalur utama untuk menuju<br \/>Kabupaten Wonosari.<br \/>Jenis Tanah : Padas dan Berpasir<br \/>Sumber air : Mata air dan Sungai<br \/>Udara : Sedang<br \/>Iklim : Tropis<br \/>Orbitasi\/ jarak dari Pemerintahan Kalurahan:<br \/>Jarak dari pusat pemerintah Kecamatan : 2 Km<br \/>Jarak Ibukota Kabupaten : 14 Km<br \/>Jarak Ibukota Propinsi : 6 Km<br \/>Jarak Dengan Pusat Kota DIY : 7.6 Km<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sejarah Kalurahan Sesuai Maklumat No 16 Tahun 1946 tentang Penggabungan Beberapa Kalurahan menjadisatu. Pada masa otonomi di Daerah Istimewa Yogyakarta, pada saat itu KawedananBerbah dijabat oleh Wedono Projo Sutirto. Atas usul beliau penamaan penggabungankalurahan di wilayah Berbah semuanya menggunakan nama belakang Tirto.Kalurahan Sendangtirto merupakan penggabungan 5 Kalurahan lama yaitu KalurahanCepor, Kalurahan Sendang, Kalurahan Blimbing, Kalurahan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":152,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-1058","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/sendangtirtosid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1058","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/sendangtirtosid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/sendangtirtosid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sendangtirtosid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/users\/152"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sendangtirtosid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1058"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/sendangtirtosid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1058\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/sendangtirtosid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1058"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/sendangtirtosid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1058"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/sendangtirtosid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1058"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}